Halaman

Efek

Menu

Kamis, 28 Juni 2012

Galena

Galena adalah mineral yang paling umum yang mengandung timah, dan telah dikenal selama berabad-abad. Hal ini sering juga mengkristal dan bentuk dalam banyak bentuk kristal yang menarik dan berbeda. Beberapa kristal kubik memiliki tepi mereka dipotong oleh pertumbuhan oktahedral parsial, beberapa kristal oktahedral memiliki titik mereka diratakan oleh pertumbuhan kubik, dan kristal banyak ditemukan agak di-antara kubik dan oktahedral. Pertumbuhan Dodecahedral sebagian dapat ditemukan dalam kristal oktahedral atau kubik-oktahedral, menghasilkan bentuk yang aneh dan menarik.

Galena adalah mineral utama. Sebagian besar mineral timah, seperti Kerusit dan anglesite mineral sekunder yang terbentuk dari Galena. Kotoran dalam struktur Galena, seperti perak dan bismut, dapat berubah sifat pembelahan Galena itu. Bismut galena mengandung mungkin menunjukkan belahan dada oktahedral, dan perak di Galena dapat menyebabkan spesimen untuk menunjukkan serpihan, fragmen belahan dada sedikit menekuk.

Spesimen Galena mungkin menodai saat terkena udara, menjadi kusam di kilau. Spesimen segar dibelah menunjukkan kilau logam yang kuat, tapi seiring waktu kilau berubah lebih kusam, meskipun masih metalik. Noda bisa dihilangkan dengan menyikat spesimen dengan air dan sabun yang lembut.
Chemical Formula PbS
Komposisi Timbal sulfida. Mungkin berisi kotoran, seperti perak, arsen, antimon, dan tembaga.
Variabel Formula (Pb, Ag, As, Sb, Cu) S
Warna abu-abu Baja
Streak Baja abu-abu
Kekerasan 2,5 - 3
Sistem kristal isometrik
3D Atlas Kristal
(Klik untuk model animasi)

Kubus dengan Wajah oktahedral Diubah

dimodifikasi segi delapan

dimodifikasi Cube

Oktahedral, Cubic Combo, Dodecahedral

Bentuk kristal
dan Agregat Kristal, yang mungkin kubus, octahedrons, atau kombinasi dari dua sering terjadi. Cubes sering sebagian dibelah. Dodecahedrons jauh kurang umum. Juga terjadi besar-besaran, kasar, berserat, platy, seperti pembuluh darah, dan sebagai fragmen belahan dada.
transparansi Buram
Berat Jenis 7,4-7,6
Luster metalik. Ternyata agak kusam setelah terpapar udara.
Pembelahan 1,3 - Kubik. Mungkin menunjukkan perpisahan pada octahedrons.
fraktur Subconchoidal
rapuh Keteguhan Hati
Dalam sulfida Grup Sederhana
Fitur mencolok Baja warna abu-abu sangat berat, dan belahan dada halus
Dalam Lingkungan Dalam deposito kapur sedimen, urat hipothermal dan vena mesothermal, dalam deposito pengganti hidrotermal, dan dalam deposito placer.
Popularitas (1-4) 1
Prevalensi (1-3) 1
Demand (1-3) 1

Kristal

Kristal atau hablur adalah suatu padatan yang atom, molekul, atau ion penyusunnya terkemas secara teratur dan polanya berulang melebar secara tiga dimensi. Secara umum, zat cair membentuk kristal ketika mengalami proses pemadatan. Pada kondisi ideal, hasilnya bisa berupa kristal tunggal, yang semua atom-atom dalam padatannya "terpasang" pada kisi atau struktur kristal yang sama, tapi, secara umum, kebanyakan kristal terbentuk secara simultan sehingga menghasilkan padatan polikristalin. Misalnya, kebanyakan logam yang kita temui sehari-hari merupakan polikristal.
Struktur kristal mana yang akan terbentuk dari suatu cairan tergantung pada kimia cairannya sendiri, kondisi ketika terjadi pemadatan, dan tekanan ambien. Proses terbentuknya struktur kristalin dikenal sebagai kristalisasi.

Kristal bismut.
Meski proses pendinginan sering menghasilkan bahan kristalin, dalam keadaan tertentu cairannya bisa membeku dalam bentuk non-kristalin. Dalam banyak kasus, ini terjadi karena pendinginan yang terlalu cepat sehingga atom-atomnya tidak dapat mencapai lokasi kisinya. Suatu bahan non-kristalin biasa disebut bahan amorf atau seperti gelas. Terkadang bahan seperti ini juga disebut sebagai padatan amorf, meskipun ada perbedaan jelas antara padatan dan gelas. Proses pembentukan gelas tidak melepaskan kalor lebur jenis (Bahasa Inggris: latent heat of fusion). Karena alasan ini banyak ilmuwan yang menganggap bahan gelas sebagai cairan, bukan padatan. Topik ini kontroversial, silakan lihat gelas untuk pembahasan lebih lanjut.

Kristal insulin.
Struktur kristal terjadi pada semua kelas material, dengan semua jenis ikatan kimia. Hampir semua ikatan logam ada pada keadaan polikristalin; logam amorf atau kristal tunggal harus diproduksi secara sintetis, dengan kesulitan besar. Kristal ikatan ion dapat terbentuk saat pemadatan garam, baik dari lelehan cairan maupun kondensasi larutan. Kristal ikatan kovalen juga sangat umum. Contohnya adalah intan, silika dan grafit. Material polimer umumnya akan membentuk bagian-bagian kristalin, namun panjang molekul-molekulnya biasanya mencegah pengkristalan menyeluruh. Gaya Van der Waals lemah juga dapat berperan dalam struktur kristal. Contohnya, jenis ikatan inilah yang menyatukan lapisan-lapisan berpola heksagonal pada grafit.
Kebanyakan material kristalin memiliki berbagai jenis cacat kristalografis. Jenis dan struktur cacat-cacat tersebut dapat berefek besar pada sifat-sifat material tersebut.

Galium, logam yang dengan mudah membentuk kristal tunggal berukuran besar
Meskipun istilah "kristal" memiliki makna yang sudah ditentukan dalam ilmu material dan fisika zat padat, dalam kehidupan sehari-hari "kristal" merujuk pada benda padat yang menunjukkan bentuk geometri tertentu, dan kerap kali sedap di mata. Berbagai bentuk kristal tersebut dapat ditemukan di alam. Bentuk-bentuk kristal ini bergantung pada jenis ikatan molekuler antara atom-atom untuk menentukan strukturnya, dan juga keadaan terciptanya kristal tersebut. Bunga salju, intan, dan garam dapur adalah contoh-contoh kristal.
Beberapa material kristalin mungkin menunjukkan sifat-sifat elektrik khas, seperti efek feroelektrik atau efek piezoelektrik.
Kelakuan cahaya dalam kristal dijelaskan dalam optika kristal. Dalam struktur dielektrik periodik serangkaian sifat-sifat optis unik dapat ditemukan seperti yang dijelaskan dalam kristal fotonik.
Kristalografi adalah studi ilmiah kristal dan pembentukannya.

Mineral dan Kristal

Mineral dan Kristal
Kristal adalah suatu benda yang homogeny, berbentuk geometris dan atom – atomnya tersusun dalam sebuah kisi – kisi Kristal
Kristal dapat terbentuk di alam atau di laboratorium
Kristal terbagi dalam 6 bnetuk
  1. Regular , kubus, isometric , ketiga poros sama panjang dan berpotongan tegak lurus satu sama lain
  2. Tetragonal , ini adalah bentuk bintang empat , missal rutile zircon
  3. Heksagonal, ini adalah bentuk bintang enam, missal apalite beryl dan corundum
  4. Ortombis adalah bentuk irisan wajik, sperti topaz
  5. Monoklin, bentuk miring sebelah, gips
  6. Triklin, bentuk miring 3 arah , albit, anortiti


Nilai yang melekat pada batu permata
  1. Kemurnian
Adalah keaslian dan tingkatan kerasnya permata, artinya permata asli bukanlah permata sintetis atau masakan.
Kemurnian adalah factor yang mempengaruhi batu permata dalam menerima dan mengirimkan getaran. Batu permata yang terbentuk di dlaam perut bumi selama ratusan, ribuan , bahkan , jutaan tahun tidaklah sama dengan batuan sintetis. Semakin murni batu permata semakin besar tenaganya.

  1. Tingkatan Keras
Skala mohs
Skala 1, talk, mudah digores dengan kuku jari
Skala 2, gips, mudah digores dengan kuku ibu jari
Skala 3, kalsit, mudah digores dengan pisau
Skala 4 , fluorit, mudah digores dengan pisau
Skala 5, apatit, dapat diptong dengan pisau walau sukar
Skala6, ortoklas , dapat dikoyak tipis dengan pisau dipinggir
Skala 7, kwarsa, jade , hematite, dapat menggores kaca
Skala 8, topaz, dpat menggores kaca
Skala 9, ruby ,sapphire, corundum, dapat menggores topaz
Skala 10, intan berlian, dapat menggores corundum
  1. Warna
Warna batu permata ketika terjadi beberapa proses pemindahan panjang gelombang. Spektrum yang dapat dilihat dari warna merah oranye kuning hijau, biru.
Mineral yang mempunyai aneka warna disebabkan adanya kehadiran zat warna pigmen, terkurung suatu benda ( pigmen ), kehadiran zat campuran
  1. Bentuk
Bentuk suatu benda menghasilkan berbagai pengaruh yang berbeda.kalau kita ingin mempertajam pengaruh batu yang kita pakai, maka bentuk faset – faset seperti pada berlian adalah factor yang paling banyak menghasilkan energy.
  1. Ukuran
Besar kecilnya batu permata turut mempengaruhi besar kecilnya energy yang diterima maupun yand dipancarkan oleh batu tersebut.


Bentuk – bentuk Potongan
  1. Brilian cuts
Merupakan potongan standar berlian tetapi juda digunakan untuk permata lainnya. Gaya brilian sangat fleksibel diterpakan berbagai bentuk bulat temasuk pir marquise. Potongan ini memiliki 57 faset atau 58 dengan sebuah culet. Potongan ini juga memantulkan cahaya secara maksimum dan member kesan seperti api berkilauan
  1. Step cuts
Merupakan potngan perangkap( emerald cuts ) . ptongan ini digunakan pada batu persegi panjang, persegi, dengan sudut diptong sedikit untuk mencegah frackture
  1. Mixed cuts
Ptongan secara bulatan dengan bentuk crown seperti brilian cuts, bentuk yang popuplar ialahh cusion, pear , teardrop dan oval.
  1. Fancy cuts
Terdapat dalam berbagai bentuk seperti triangular, pentagonal, dan teardrop
  1. Polishing
Dilakukan pada batu permata seperti opal dan jade
  1. Cabochon
Batu permaa yang yang telah dipoles sehingga cembung di bagian atas dengan dasar rata , hasilnya permukaan menjadi halus dan berbentuk bulat atau garis luar melengkung . Pemotongan mempunyai warna transparan. Mempunyai warna kuat atau efek mata kucing, dan star.

Rabu, 27 Juni 2012

Mineral

DEFINISI MINERALOGI DAN MINERAL

Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari mengenai mineral, baik dalam bentuk individu maupun dalam bentuk kesatuan, antara lain mempelajari tentang sifat-sifat fisik, sifat-sifat kimia, cara terdapatnya, cara terjadinya dan kegunaannya. Minerologi terdiri dari kata mineral dan logos, dimana mengenai arti mineral mempunyai pengertian berlainan dan bahkan dikacaukan dikalangan awam. Sering diartikan sebagai bahan bukan organik (anorganik). Maka pengertian yang jelas dari batasan mineral oleh beberapa ahli geologi perlu diketahui walaupun dari kenyataannya tidak ada satupun persesuaian umum untuk definisinya (Danisworo, 1994).
Definisi mineral menurut beberapa ahli:
1.    L.G. Berry dan B. Mason, 1959
Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas-batas tertentu dan mempunyai atom-atom yang tersusun secara teratur.
2.    D.G.A Whitten dan J.R.V. Brooks, 1972
Mineral adalah suatu bahan padat yang secara struktural homogen mempunyai komposisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses alam yang anorganik.
3.    A.W.R. Potter dan H. Robinson, 1977
Mineral adalah suatu bahan atau zat yang homogen mempunyai komposisi kimia tertentu atau dalam batas-batas dan mempunyai sifat-sifat tetap, dibentuk di alam dan bukan hasil suatu kehidupan.
Tetapi dari ketiga definisi tersebut mereka masih memberikan anomali atau suatu pengecualian beberapa zat atau bahan yang disebut mineral, walaupun tidak termasuk didalam suatu definisi. Sehingga sebenarnya dapat dibuat suatu definisi baru atau definisi kompilasi. Dimana definisi kompilasi tidak menghilangkan suatu ketentuan umum bahwa mineral itu mempunyai sifat sebagai: bahan alam, mempunyai sifat fisis dan kimia tetap dan berupa unsur tunggal atau senyawa.
Definisi mineral kompilasi: mineral adalah suatu bahan alam yang mempunyai sifat-sifat fisis dan kimia tetap dapat berupa unsur tunggal atau persenyawaan kimia yang tetap, pada umumnya anorganik, homogen, dapat berupa padat, cair dan gas .
Mineral adalah zat-zat hablur yang ada dalam kerak bumi serta bersifat homogen, fisik maupun kimiawi. Mineral itu merupakan persenyewaan anorganik asli, serta mempunyai susunan kimia yang tetap. Yang dimaksud dengan persenyawaan kimia asli adalah bahwa mineral itu harus terbentuk dalam alam, karena banyak zat-zat yang mempunyai sifat-sifat yang sama dengan mineral, dapat dibuat didalam laboratorium. Sebuah zat yang banyak sekali terdapat dalam bumi adalah SiO2 dan dalam ilmu mineralogi, mineral itu disebut kuarsa. Sebaliknya zat inipun dapat dibuat secara kimia akan tetapi dalam hal ini tidak disebut mineral melainkan zat Silisium dioksida .
Kalsit, adalah sebuah mineral yang biasanya terdapat dalam batuan gamping dan merupakan mineral pembentuk batuan yang penting. Zat yang dibuat dalam laboratorium dan mempunyai sifat- sifat yang sama dengan mineral kalsit adalah CaCO3. Demikian pula halnya dengan garam-garam yang terdapat sebagai lapisan-lapisan dalam batuan. Garam dapur dalam ilmu mineralogi disebut halit sedangkan dalam laboratorium garam dapur disebut dengan natrium-khlorida. Mineral-mineral mempunyai struktur atom yang tetap dan berada dalam hubungan yang harmoni dengan bentuk luarnya. Mineral-mineral inilah yang merupakan bagian-bagian pada batuan-batuan dengan kata lain batuan adalah asosiasi mineral-mineral.

KRISTAL DAN MINERAL

Definisi 

Mineral adalah bahan anorganik,  terbentuk secara alamiah,  seragam dengan 
komposisi kimia yang tetap pada batas volumenya, dan mempunyai struktur 
kristal karakteristik yang tercermin dalam bentuk dan sifat fisiknya. 

Saat ini telah dikenal lebih dari 2000 mineral. Sebagian merupakan mineral-
mineral utama yang dikelompokkan sebagai Mineral Pembentuk Batuan.  Mineral-
mineral tersebut terutama mengandung unsur-unsur yang menempati bagian 
terbesar di bumi, antara lain unsur Oksigen (O), Silikon (Si), Aluminium (AL), 
Besi (Fe), Kalsium (Ca), Sodium (Na), Potasium (K) dan Magnesium (Mg). 


1.2. Pengenalan Mineral 

Mineral dapat dikenal dengan menguji sifat fisik umum yang dimilikinya. Sebagai 
contoh, garam dapur halite  (NaCl) dapat dengan mudah dirasakan. Komposisi 
kimia seringkali tidak cukup untuk menentukan jenis mineral, misalnya mineral 
grafit (graphite)  dan intan (diamond)  mempunyai satu komposisi yang sama yaitu 
karbon (C). Mineral-mineral yang lain dapat terlihat dari sifat fisik seperti bentuk 
kristal, sifat belahan atau warna, atau dengan peralatan yang sederhana seperti 
pisau atau potongan gelas dengan mudah diuji kekerasannya. 

Mineral dapat dipelajari dengan seksama dengan memerikan dari bentuk 
potongan (hand specimen) dari mineral, atau batuan dimana dia terdapat, dengan 
menggunakan lensa pembesar (hand lens/loupe), dan mengujinya dengan alat 
lain, seperti pisau, kawat baja, potongan gelas atau porselen dan cairan asam 
(misalnya HCL). Mineral juga dipelajari lebih lanjut sifat fisik dan sifat optiknya 
dalam bentuk preparat sayatan tipis (thin section) dengan ketebalan 0,03 mm, 
dibawah mikroskop polarisasi. 


1.3 Sifat-sifat Mineral 

Bentuk Kistal dan Perawakan (Crystal Habit) 

Suatu kristal dibatasi permukaan (sisi kristal) yang mencerminkan struktur dalam 
dari mineral. Bentuk kristal merupakan kumpulan dari sisi-sisi yang membentuk 
permukaan luar kristal. Sifat simetri kristal  adalah hubungan geometri antara sisi-
sisinya, yang merupakan karakteristik dari tiap mineral. Satu mineral yang sama 
selalu menunjukkan hubungan menyudut dari sisi-sisi kristal yang disebut 
sebagai sudut antar sisi (constancy of interfacial angels),  yang merupakan dasar dari 
sifat simetri. Bentuk kristal ditentukan berdasarkan sifat-sifat simetrinya yaitu, 
bidang simetri  dan sumbu simetri. 
Dikenal tujuh bentuk kristal (gambar 1.1) yaitu ; Kubus (Cubic), Tetragonal,
Ortorombik (Orthorombic),  Monoklin (Monoclonic),  Triklin (Triclinic),  Hexagonal
dan Trigonal. 
 
4. Dikenal tujuh bentuk kristal (gambar 1.1) yaitu ; Kubus (Cubic), Tetragonal,
Ortorombik (Orthorombic),  Monoklin (Monoclonic),  Triklin (Triclinic),  Hexagonal
dan Trigonal. 
 
 
Warna dan Gores  (Streak)

Warna dari mineral adalah warna yang terlihat di permukaan yang bersih dan
sinar yang cukup. Suatu mineral dapat berwarna terang, transparan (tidak
berwarna atau memperlihatkan warna yang berangsur atau berubah). Warna
sangat berariasi, umumnya karena perbedaan kompisisi kimia atau pengotoran
pada mineral.
Gores (streak) adalah warna dari serbuk mineral. Terlihat bila mineral digoreskan
pada lempeng kasar porselen meninggalkan warna goresan. Untuk mineral-
mineral logam gores dapat dipakai sebagai petunjuk.


Kilap
 (Luster)

Kilap adalah kenampakan hasil pantulan cahaya pada permukaan mineral. Ini
akan tergantung pada kwalitas fisik permukaan (kehalusan dan trasparansi).
 
Tebel 1.1 Beberapa istilah kilap mineral
Metallic (logam) 
Seperti logam terpoles  >> digunakan untuk pemerian mineral bijih 
Dull (tanah)   
buram seperti tanah 
Vitrous (kaca) 
seperti pecahan kaca 
>> terutama untuk mineral silikat 
Resinous (minyak)  berminyak
Silky (sutera) 
seperti serat benang, sejajar permukaan. 
Pearly (mutiara) 
seperti mutiara 


Belahan (Cleavage)

Belahan adalah kecenderungan dari beberapa kristal mineral untuk pecah melalui
bidang lemah yang terdapat pada struktur kristalnya. Arah belahan ini umumnya
sejajar dengan satu sisi-sisi kristal. Kesempurnaan belahan diperikan dalam istilah
sempurna, baik, cukup atau buruk. Beberapa bentuk belahan ditunjukkan pada
gambar 1.3.

Sifat pecah adakalanya tidak berhubungan dengan struktur kristal, atau mineral
tersebut pecah tidak melalui bidang belahannya, yang disebut sebagai rekahan
(fracture).  Beberapa sifat rekahan karakteristik, misalnya pada kwarsa membentuk
lengkungan permukaan yang kosentris (conchoidal fracture). Beberapa istilah lain
adalah, serabut (fibrous) pada asbes, hackly, even  (halus), uneven (kasar), earhty,
pada mineral yang lunak misalnya kaolinit.


Kekerasan  (Hardness) 

Kekerasan mineral adalah ketahanannya terhadap kikisan. Kekerasan ini
ditentukan dari dengan cara menggoreskan satu mineral yang tidak diketahui.